26 September 2013

ALASAN AMERICA TAKUT NYERANG INDONESIA

Sebenarnya abis Irak, Indonesia mau jadi sasaran
berikutnya. Tapi Pentagon membayangkan jika AS
terpaksa harus menyerang Indonesia, berapa
kerugian yang harus di pikul pihak AS dan berapa
keuntungan pihak Indonesia dari kehadiran
tentara AS di sana.
Begitu memasuki perairan daratan Indonesia,
mereka akan di hadang pihak bea cukai karena
membawa masuk senjata api dan senjata tajam
serta peralatan perang tanpa surat izin dari
pemerintah RI. Ini berarti mereka harus
menyediakan "Uang Damai", coba hitung berapa
besarnya jika bawaanya sedemikian banyak.
Kemudian mereka mendirikan Base camp militer ,
bisa di tebak di sekitar base camp pasti akan di
kelilingi tukang Bakso, Tukang Es kelapa, lapak
VCD bajakan, sampai obral Cel-Dam Rp.10000 3
Pcs. Belum lagi para pengusaha komedi puter
bakal ikut mangkal di sekitar base camp juga.
Kemudian kendaraan-kendaraan tempur serta
tank-tank lapis baja yang di parkir dekat base
camp akan di kenakan retribusi parkir oleh
petugas dari dinas perpakiran daerah. Jika dua
jam pertama perkendaraan dikenakan Rp. 10.000,-
(maklum tarif orang bule),berapa yang harus di
bayar AS kalau kendaraan & tank harus parkir
selama sebulan.
Sepanjang jalan ke lokasi base camp pasukan AS
harus menghadapi para Pak Ogah yang berlagak
memperbaiki jalan sambil memungut biaya bagi
kendaraan yang melewati jalan tersebut. Dan jika
kendaraan tempur dan tank harus membelok atau
melewati pertigaan mereka harus menyiapkan
recehan untuk para Pak Ogah.
Belum kalo rantai roda tanknya rusak gara2 jalan
berlobang.
Suatu kerepotan besar bagi rombongan pasukan
jika harus berkonvoi, karena konvoi yang berjalan
lambat pasti akan di hampiri para pengamen,
pengemis dan anak-anak jalanan, ini berarti harus
mengeluarkan recehan lagi. Belum lagi jika di
jalan bertemu polisi yang sedang bokek, udah
pasti kena semprit kerena konvoi tanpa izin.
Bayangkan berapa uang damai yang harus di
keluarkan.
Di base camp militer, tentara AS sudah pasti nggak
bisa tidur, karena nyamuknya busettt, gede-gede
kayak vampire. Malam hari di hutan yang sepi
mereka akan di kunjungi para wanita yang tertawa
dan menangis. Harusnya mereka senang karena
bisa berkencan dengan wanita ini tapi
kesenangan tersebut akan sirna begitu melihat
para wanita ini punya bolong besar di
punggungnya. Pas lagi enak2 tidur, para tentara
selalu terbangun saat mendengar deru suara
pesawat lewat, bukan takut ditembak tapi takut
kejatuhan pesawat.
Pagi harinya mereka tidak bisa mandi karena di
sungai banyak di lalui "Rudal Kuning" yang di
tembakkan penduduk setempat dari "Flying
helicopter" alias wc terapung di atas sungai.
Pasukan AS juga tidak bisa jauh-jauh dari
pelaratan perangnya, karena di sekitar base
camp sudah mengintai pedagang besi loakan
yang siap mempereteli peralatan perang canggih
yang mereka bawa. Meleng sedikit saja tank
canggih mereka bakal siap dikiloin. Belum lagi
para curanmor yang siap beraksi dengan kunci T-
nya siap merebut jip-jip perang mereka yang
kalau di dempul dan cat ulang bisa di jual mahal
ke anak-anak orang kaya yang pengen gaya-
gayaan.
Dan yang lebih menyedihkan lagi badan pasukan
AS akan jamuran karena tidak bisa berganti
pakaian. Kalau berani nekat menjemur
pakaiannya dan meleng sedikit saja, besok
pakaian mereka sudah mejeng di pasar Jatinegara
di lapak-lapak pakaian bekas.
Peralatan telekomunikasi mereka juga harus di
jaga ketat, karena para bandit kapak merah sudah
mengincar peralatan canggih itu. Dan mereka
juga harus membayar sewa tanah yang di
gunakan untuk base camp kepada para pemilik
tanah. Di samping itu mereka juga harus minta izin
kepada RT/ RW dan kelurahan setempat, berapa
meja yang harus di lalui dan berapa banyak dana
yang harus di siapkan untuk meng-Amplopi
pejabat-pejabat ini.
Para komandan pasukan AS ini juga akan kena
tugas tambahan mengawasi para prajuritnya yang
banyak menyelinap keluar base camp buat
nonton dangdut di RW 06, katanya ada Inul di
sana. Kalo amrik mulai parade tank, pasti bakal
didatengin para bencong2 yang ngiler sama
bule2 amrik.
Dukun-dukun yang tersebar luas, tinggal sms reg
DUKUN ke 00 omong kosong, kena santet deh
smua pasukan mereka..di negara mereka mana
ada dukun instan?? Rudal2 juga tinggal
disemprot pake air bunga, balik deh ke si pengirim
rudal.
Palagi Kalau ketemu pasukan OPM bakal tambah
kacau deh kondisi, perang ma siapa udah ga
jelas. Di saat kekurangan staf, kalo pakai pegawai
orang indonesia di basecamp mereka, bisa2 habis
anggaran kena korup smua...belum lagi kalau
pegawainya kerjasama ma pedagang makanan
kaki lima sekitar, uang habis, tentara keracunan
smua
Maraknya kasus hipnotis dan penipuan yang
dilakukan oknum2 tidak bertanggung jawab akan
menyebabkan kehilangan onderdil perang
pasukan mereka, contohnya kehilangan celana
dalam, kaos2 putih, celana panjang, blum lagi
sepatu2..
Pasukan Agen Rahasia khusus Indonesia yang
sangat menakutkan: agen Ryan, agen Sumanto
dan kawan2nya..mereka specialis dalam hal
makan-memakan dan kubur-mengubur.. Ryan
juga suka ama cwok2 berotot, kalau pasukan
mereka kena ryan trus paginya ngangkang kan
jadi ga siap perang?
Belum lagi Banyaknya kasus mutilasi di indonesia
membuat pasukan mereka jiper duluan, malem2
tiba2 ilang, pagi2 balik tinggal kaki kiri doang
yang ada. Banyaknya lokalisasi di Indonesia
dengan gadis2 cantik nan montok, membuat
Amerika takut pasukannya kelayapan terus tiap
malam, pulang dengan 'senjata' lemas, 'n
terinfeksi HIV yg bakal membuat pasukan Amrik
satu persatu berguguran.
Trus tren freeseks anak muda Indonesia, bikin
tentara Amrik dengan mudahnya menggaet
cewe2 imut Indonesia, 'n check in di hotel [malah
ada yg langsung sikat di semak belukar]. Yg bikin
susah kalo cewenya bunting, terpaksa d
tanggung jawab dan tinggal menetap bersama
mertua. Berkurang lagi dehh jumlah pasukan.. Yg
Gawat lagi kalo petugas jaga pos merem dikit,
bisa2 satu peleton jadi korban trafficking, stok
logistik amblas, kemasukan orgil, pemulung,
dijarah massa peralatan tempur mereka. Belum
lagi kalo kena banjir, tanah longsor.
Hal ini mengharuskan Amrik mengeluarkan dana
lebih untuk membeli candid kamera ribuan, anjing
penjaga [kalo tentaranya kena gigit, tambah lagi
budgetnya buat biaya medis]. Belum lagi kalo
ada tetangga yg nyerobot batas patok tanah,
bakal sibuk mereka ngurus sengketa dan
serangan pun ditunda. Banyaknya mal praktek di
Indonesia, membuat Amrik harus merogoh kocek
lagi buat bangun RS dan menggaji dokter mereka.
Anak muda Indonesia yang kebanyakan cuek
dengan kondisi bangsanya, membuat Amrik takut
kalo dikacangin dan tidak diladenin oleh pemuda
Indonesia, karena sibuk dengan nafsu , freeseks
dan kehidupan hura2. Banyaknya kasus bom
bunuh diri, membuat tentara Amrik keder, kalo
200juta org bawa bom satu-satu, langsung abiz
dah. Dalam perjalanan menuju Indonesia, satu
kompi pasukan Amrik sedang ngopi sambil
browsing Internet yang disorot ke dinding dgn LCD
Proyektor.
Tiba-tiba terdengar suara ratusan cangkir pecah.
Ekspresi tentara Amrik yg melongo, membuat
Kapten Kapal bingung dan menghampiri anak
buahnya. Belum sampai ke tempat anak buahnya
berkumpul, ratusan anak buahnya serentak
menceburkan diri ke laut, dan rela kembali ke
negerinya dengan berenang [semua gaya
renang mereka pakai, gaya bebas, gaya kupu2,
gaya punggung, gaya dada, gaya monyet, gaya
gravitasi, pokoknya mereka ga peduli lagi pake
gaya apaan yg penting cepet sampe ke tanah
Amrik].
Ada satu satu tentara yg masih tersisa, dan
Kapten pun buru2 menginterogasinya. "Ada apa
soldier?"tanya Kapten. "Anu Kep, semua pasukan
abis baca salah satu surat kabar online di
Indonesia. Silahkan Baca kep"jawab si tentara. Si
Kapten pun membacanya: "Anggota Komunitas
Gay Indonesia bertambah pesat. Ayah Tega
'menunggangi' anaknya,... dll." Seketika pun
Kapten ikut menceburkan diri ke laut, takut kena
sodomi massal.
Kapal perang mereka pun sampe saat ini belum
ditemukan, dan membuat Amrik rugi besar dan
nyaris bangkrut. Satu lagi niy, serangan
mahasiswa2 yg tawuran, demonstrasi dan warga
yang tawuran antar wilayah bikin tentara2 AS
kejebak d jalan n ikut d timpukin! Membayangkan
ini semua akhinya Militer AS memutuskan untuk
mundur dan balik ke negerinya.


Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking